Sosial Media
0
News
    Home BI Inflasi SIPAKADA MEDIA Sulbar

    Ekonomi Sulbar Melaju Lebih Kencang: Proyeksi 5-6,1% di Atas Nasional 2026

    10 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id – Seperti angin segar yang menyapu perbukitan sawit Sulawesi Barat, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulbar memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2026 bakal melesat di kisaran 5,00-6,10% (cumulative to cumulative/ctc). Angka itu melampaui proyeksi nasional 4,90-5,70% (year on year/yoy), menjanjikan laju yang lebih gesit menuju kemakmuran.

    "Ekonomi Sulawesi Barat (Sulbar) diproyeksikan tumbuh lebih kencang dari nasional pada 2026, mencapai 5,00-6,10% (ctc), unggul dari perkiraan RI 4,90-5,70% (yoy), meski hadapi tantangan replanting sawit."

    Proyeksi itu disampaikan Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Sulbar, Erdi Fiat Gumilang, saat Sipakada Media bertema 

    "Sinergi dan Kolaborasi dengan Media dalam Rangka Diseminasi Perekonomian Terkini", Rabu (18/2/2026) sore.

    Erdi merinci prospek persektor: Pertanian, Industri Pengolahan, dan Perdagangan diprediksi tumbuh positif tapi melandai. Sebaliknya, Konstruksi dan Administrasi Pemerintahan bakal akselerasi.

    Faktor pendorong utama, ungkap Erdi, meliputi:

    • Pertanian tetap hijau berkat produksi pangan stabil, kemajuan hortikultura, dan perikanan—meski tersandung risiko replanting sawit.

    • Industri Pengolahan bertahan positif walau melambat gara-gara penurunan CPO, ditahan tren harga minyak sawit yang masih menggoda.

    • Perdagangan melaju tapi terkekang berkurangnya arus komoditas sawit, makanan, dan minuman.

    • Konstruksi melejit didorong proyek raksasa: jalan daerah, Bendungan Budong-Budong, jembatan Pempus, serta "Gentengisasi".

    • Administrasi Pemerintahan melonjak berkat pagu belanja membengkak, tambahan satuan kerja (satker), formasi PPPK, dan suntikan anggaran pusat untuk program strategis nasional.

    Proyeksi ini mengajak sinergi semua pihak, agar Sulbar tak sekadar bertahan, tapi berlari mengejar bintang kemajuan. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS