Sosial Media
0
News
    Home Majene Pelatoang Samsat Keliling Sulbar

    Samsat Keliling Jemput Pajak di Pasar: Strategi Cerdas Sulbar Tingkatkan Kepatuhan

    6 min read

     


    "Di hiruk-pikuk Pasar Pellattoang yang ramai pedagang sayur dan ikan segar, warga Majene kini bayar pajak kendaraan bermotor (PKB) tahunan tanpa ribet: cukup scan QRIS di Samsat Keliling UPTD Pelayanan Pajak, setiap Selasa. Inovasi "jemput bola" ini, Selasa (13/1/2026), bukan sekadar kemudahan melainkan senjata tajam Bapenda Sulbar guna geber kepatuhan pajak dan realisasi pendapatan daerah."

    Majene, TOKATA.id – Hiruk-pikuk Pasar Pellattoang Majene tak lagi hanya soal tawar-menawar ikan segar atau sayur murah. Kini, setiap Selasa, deretan mobil dinas Samsat Keliling UPTD Pelayanan Pajak menjelma oasis layanan publik, memungkinkan warga bayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan sambil berbelanja kebutuhan pokok—tanpa bolak-balik ke kantor jauh.

    Program rutin ini, terbukti Selasa (13/01), lahir dari visi "jemput bola" yang tegas: dekati masyarakat di pusat denyut ekonomi, hindari birokrasi kaku yang sering jadi keluhan. Langkah ini selaras dengan misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang getol perkuat tata kelola akuntabel serta ratakan pelayanan dasar ke pelosok Sulbar.

    Kepala UPTD Pelayanan Pajak Majene, A. Fariz Prasetyo Fadli, memilih Pellattoang bukan tanpa alasan. "Pasar ini jantung aktivitas ekonomi warga. Kami komitmen konsisten hadir setiap Selasa—layanan nyata yang dirasakan langsung, bukan janji kosong," tegasnya kepada TOKATA.id.

    Kritik diam-diam terhadap layanan statis terjawab strategi ini. Secara terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulbar, Abdul Wahab Hasan Sulur, menekankan: "Pelayanan harus di tengah rakyat. Samsat Keliling rutin ini pastikan pajak mudah, cepat, tak menyulitkan—sekaligus dorong kepatuhan dan realisasi pendapatan daerah."

    Keunggulan lain? Transparansi mutlak via pembayaran non-tunai berbasis barcode QRIS. Tak ada lagi transaksi gelap; scan cepat, aman, akuntabel—cocok era digital yang menuntut pemerintah lincah.

    Harapannya jelas: tingkatkan kesadaran wajib pajak, pacu partisipasi, dan kontribusi PKB bagi roda pembangunan Sulbar. Di tengah target pendapatan daerah yang kian menantang, inovasi seperti ini jadi contoh bahwa pelayanan publik bisa sekreatif pasar pagi. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS