Sosial Media
0
News
    Home Informasi KIP Kominfo Pers Sulbar KPM Mamuju Sulbar

    Pemprov Sulbar Godok Tim SPBE, OPD Diwajibkan Aktif di Medsos demi Pancadaya

    6 min read



     "Diskominfo Sulawesi Barat bentuk tim khusus pemantauan website dan medsos OPD untuk kuatkan SPBE Pemprov Sulbar, dengan kewajiban minimal dua berita per pekan, langkah tegas hadapi rendahnya pengetahuan masyarakat soal Pancadaya Gubernur Suhardi Duka."


    Mamuju, TOKATA.id – Seperti etalase toko yang kusam tak menarik pembeli, website dan platform media sosial OPD Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) kini dipaksa bersinar. Optimalisasi penyebarluasan informasi digital ini jadi indikator krusial Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sekaligus pendukung penilaian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

    Bidang Komunikasi dan Persandian Masyarakat (KPM) Diskominfo Sulbar, bekerja sama dengan Tim SPBE, resmi membentuk tim pengawas. Sasarannya jelas: memantau keaktifan kanal website dan medsos setiap OPD secara berkala.

    Kepala Bidang KPM Diskominfo Sulbar, Dian Afrianty, menegaskan, "Kanal digital ini etalase utama kinerja pemerintah daerah, khususnya program pendukung Pancadaya Gubernur Suhardi Duka dan Wagub Salim S. Mengga." Ia ungkapkan hal itu usai rapat internal, Rabu (7/1/2026).

    Tim ini bertugas menilai keaktifan secara mingguan, hasilnya dikoordinasikan dengan OPD terkait sebelum dilaporkan ke pimpinan. Rapat juga sepakati aturan tegas: setiap OPD wajib publikasikan minimal dua berita kegiatan per pekan di website resminya untuk kategori "update". Pantauan Diskominfo lewat mekanisme digital ketat.

    Kepala Diskominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengapresiasi langkah cepat ini. "Tim ini harus dorong OPD lebih aktif publikasikan program, tingkatkan kepercayaan publik," tegasnya. Ia kritik rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap Pancadaya Sulbar Maju dan Sejahtera, yang menuntut peran strategis humas OPD untuk sosialisasi masif, terstruktur, dan berkelanjutan.

    Lebih jauh, optimalisasi ini bukan sekadar pemenuhan SPBE, tapi data pendukung TPP. "Jika optimal, manfaatnya ganda: penilaian kinerja plus kepercayaan publik melonjak," pungkas Ridwan, menekankan urgensi di tengah tantangan informasi yang masih timpang. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS