MoU UGM-Pemprov Sulbar: Beasiswa, Riset, dan Ajakan Olahraga Rutin
Mamuju, TOKATA.id – Di bawah cahaya Rumah Jabatan Gubernur yang hangat Sabtu malam (17/1/2026), Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. dr. Ova Emilia menorehkan tandatangan pada Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis. Disaksikan jajaran pemprov dan rombongan UGM, momen ini bukan sekadar formalitas, melainkan tonggak bersejarah untuk mengangkat sumber daya manusia (SDM) Sulbar dari jurang keterbatasan.
"Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia resmikan MoU strategis Sabtu malam (17/1/2026), janjikan beasiswa penuh bagi siswa terbaik Sulbar ke UGM untuk dongkrak SDM agraris—sektor penyumbang 46% PDRB yang terhambat keterbatasan profesional di tengah ancaman degradasi lingkungan."
Gubernur Suhardi Duka menyebut kolaborasi ini sebagai "momen membahagiakan" bagi Sulbar. "UGM adalah perguruan tinggi impian jutaan anak bangsa. Sulawesi Barat punya potensi raksasa di pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menyumbang 46 persen PDRB. Kami prioritaskan basis agraris berkelanjutan, seperti kakao sebagai penghasil ketiga nasional dengan 90 persen diekspor, sambil jaga keseimbangan lingkungan," tegasnya. Namun, di balik potensi itu, ia kritis menyoroti tantangan mendasar: keterbatasan SDM profesional yang menghambat daya saing daerah.
Lewat MoU ini, Pemprov Sulbar berkomitmen menyediakan beasiswa penuh bagi lulusan SMA terbaik untuk kuliah di UGM, dengan target peningkatan daya saing SDM dalam lima tahun ke depan. Rektor Ova Emilia menegaskan komitmen UGM berbasis saling percaya. "Kami siap dukung SDM Sulbar di pertanian ramah lingkungan, termasuk program afirmasi dan pre-university untuk daerah 3T," ujarnya, merujuk dampak nyata Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM di pelosok.
Peran krusial datang dari Pengurus Daerah KAGAMA Sulbar sebagai jembatan harapan. Mereka memulai komunikasi sejak Musyawarah Daerah, berkoordinasi dengan pusat KAGAMA dan rektorat UGM, hingga memfasilitasi kunjungan Rektor ke Mamuju. Ketua KAGAMA Sulbar Abdul Wahab optimis: "Ini titik tolak dongkrak Indeks Pembangunan Manusia Sulbar melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat."
Puncak hari itu, Gubernur Suhardi mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik rutin di Stadion Manakarra, didampingi Sekda Junda Maulana dan pejabat lain. "Olahraga sederhana 30 menit sehari adalah investasi kesehatan: turunkan risiko penyakit tidak menular, tingkatkan produktivitas," tegasnya. dr. Nursyamsi Rahim dari Dinkesprov Sulbar menambahkan, aktivitas ini tak hanya kuatkan fisik, tapi juga sehatkan mental—sinergi sempurna dengan MoU pendidikan.
Kolaborasi pendidikan dan kesehatan ini mempertegas visi Sulbar maju inklusif. UGM sebagai mitra strategis berpotensi jadi katalisator, asal eksekusi tegas lawan inersia birokrasi dan degradasi agraris. (*/Rigo Pramana)
.jpeg)