Sosial Media
0
News
    Home Anggaran Tambahan Bibit Kakao Dinas Perkebunan Sulbar Mamuju Sulbar

    Koordinasi Ketat Distanbun Sulbar, Bibit Kakao ABT 2026 Targetkan Produktivitas Petani

    2 min read



    "Koordinasi intensif Dinas Perkebunan Sulawesi Barat dengan Kabupaten Mamuju pada Senin (12/1) menyiapkan penyaluran bibit kakao Alokasi Biaya Tambahan (ABT) TA 2026, guna tingkatkan produktivitas petani di tengah tantangan sektor unggulan yang masih bergantung sinergi lintas tingkat pemerintahan."

    Mamuju, TOKATA.id — Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan Alokasi Biaya Tambahan (ABT) Tahun Anggaran 2026, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizhal Thamrin, bersama jajaran melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju terkait rencana penyaluran bibit kakao. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (12/01) di ruang rapat Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju.


    Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan program, mulai dari kesiapan lokasi tanam, calon penerima manfaat, hingga aspek teknis dan administratif lainnya. Melalui koordinasi awal ini, diharapkan pelaksanaan kegiatan ABT TA 2026 dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Salim S. Mengga, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perkebunan.


    Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju menyambut baik rencana penyaluran bibit kakao tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan program pengembangan kakao. Komoditas kakao dinilai sebagai salah satu sektor unggulan perkebunan di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju.


    Muh. Faizhal Thamrin menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan program ini.


    “Kami berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyaluran bibit kakao ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Mamuju serta mendorong pertumbuhan sektor perkebunan secara berkelanjutan,” tutup Faizhal. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS