Sosial Media
0
News
    Home Jakarta Kementan Mamuju Sulbar TPHP Sulbar

    Hamdani Hamdi Ikut Rakor Optimasi IP Padi Kunci Swasembada Beras

    6 min read

     


    " Di tengah ancaman kemarau yang kerap lumpuhkan sawah Sulawesi Barat, Kepala Dinas TPHP Sulbar Hamdani Hamdi tegas komitmenkan panen padi dua kali setahun melalui irigasi pompa, usai Rakor Ditjen LIP yang tandatangani DIPA 2026."


    Jakarta, TOKATA.id – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat (Sulbar), Hamdani Hamdi, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Kerja (Satker) Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Tahun 2026. Agenda krusial ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung E Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (8/1/2026).

    Rakor digelar pasca-penetapan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen LIP 2026, sebagai pemicu percepatan program anggaran. Acara dibuka dengan irama lagu Indonesia Raya, diikuti arahan tegas Direktur Jenderal LIP Hermanto. Sesi inti mencakup paparan kebijakan anggaran, sosialisasi petunjuk teknis (juknis) kegiatan, dan ditutup penandatanganan perjanjian komitmen percepatan pelaksanaan.

    Hamdani Hamdi menegaskan komitmen Pemprov Sulbar bersama Pusat untuk akselerasi transformasi pertanian. "Kami pantau ketat agar program tepat sasaran," tegasnya. Fokus utama: lonjakan Indeks Pertanaman (IP) padi, sesuai visi Gubernur Suhardi Duka yang haus akan produksi ganda.

    Daerah rawan kekeringan Sulbar selama ini terbatas panen sekali setahun. Irigasi perpompaan dan perpipaan kini jadi andalan. "Dengan ini, musim kemarau pun bisa tanam. Optimasi lahan harap naikkan IP, wujudkan visi Suhardi Duka-Salim S. Mengga: ekonomi tumbuh, rakyat sejahtera," ujar Hamdani, suaranya bergema seperti janji air yang mengalir deras ke sawah retak.

    Harapannya, penguatan irigasi tak hanya penuhi beras lokal, tapi kontribusi nasional menuju swasembada berkelanjutan. Kritik tajam tanpa eksekusi cepat, mimpi ini rawan kandas di tengah fluktuasi cuaca ekstrem. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS