Sosial Media
0
News
    Home BPBD Sulbar Mamuju Mitigasi Bencana Sulbar

    Pemprov Sulbar Bunyikan Alarm Bencana, Gubernur Suhardi Duka Perintahkan BPBD Sulbar Lakukan Edukasi Bencana Masif ke Sekolah di Sulbar

    5 min read

     


    "Di tengah bayang-bayang gempa dan banjir yang kerap mengintai Sulawesi Barat, BPBD provinsi ini menggeber edukasi kebencanaan berkelanjutan di sekolah-sekolah, atas arahan tegas Gubernur Suhardi Duka, untuk ciptakan generasi muda tangguh yang tak lagi jadi korban pasif."

    Mamuju, TOKATA.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menegaskan komitmen bulatnya meluncurkan edukasi kebencanaan berkelanjutan di sekolah-sekolah se-Sulbar. Langkah strategis ini bertajam membangun budaya sadar bencana sejak dini, sekaligus mengasah kesiapsiagaan generasi muda menghadapi ancaman gempa, banjir, dan longsor yang kerap mengguncang wilayah rawan ini.

    Edukasi semacam ini bukan sekadar tambahan kurikulum, melainkan pondasi karakter masyarakat yang tangguh, disiplin, dan siaga. Upaya itu sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang kritis menyoroti kelemahan sumber daya manusia dalam menghadapi bencana. Namun, pertanyaan menggelayut: sejauh mana implementasi ini mampu menekan korban jiwa di masa depan?

    “Bapak Gubernur Suhardi Duka mengarahkan agar edukasi kebencanaan terus diperluas, khususnya di lingkungan pendidikan. Dengan pengetahuan yang baik, risiko dan dampak bencana dapat ditekan, serta keselamatan jiwa dapat lebih terjamin,” tegas Yasir Fattah, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, saat ditemui di Mamuju, Sabtu (10/1/2026).

    Yasir menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengurangan risiko bencana (PRB). “Edukasi di sekolah krusial agar anak-anak tak terjebak teori semata. Mereka harus hafal praktik kesiapsiagaan dan evakuasi—seperti lari dari gedung runtuh atau hindari longsor deras. Ini investasi panjang untuk Sulbar yang aman,” tambahnya tegas.

    Lewat program ini, siswa diharap tak hanya paham potensi bencana di sekitar, dari getaran tanah hingga luapan sungai, tapi juga sigap selamatkan diri, lalu sebarkan pengetahuan itu ke keluarga dan tetangga. Di Sulbar yang pernah porak-poranda gempa 2018, inilah benteng tak tergoyahkan yang dibangun dari bangku sekolah. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS