Sosial Media
0
News
    Home Dinkes Sulbar Mamuju Sulbar TBC Tracking

    Eliminasi TBC 2030 di Ujung Tanduk: Koordinasi Darurat Dinkes Sulbar Respons Tantangan

    6 min read



     "Bayang-bayang krisis pembiayaan Global Fund mengintai program tuberkulosis (TBC) Sulawesi Barat di 2026, memaksa Dinas Kesehatan Provinsi menggelar koordinasi darurat dengan kabupaten se-Sulbar pada 6 Januari lalu, demi jaga layanan tak terputus di tengah ancaman hilangnya dana tes molekuler dan obat resisten."


    Mamuju, TOKATA.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pertemuan Koordinasi Program Tuberkulosis (TBC) Tingkat Provinsi pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan diikuti seluruh Dinas Kesehatan kabupaten di Sulawesi Barat, sebagai respons cepat memperkuat koordinasi menghadapi badai tantangan program TBC tahun ini.

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi, dr. Nursyamsi Rahim, menggebrak dengan peringatan tegas: 2026 jadi ujian berat karena potensi penghentian dana Global Fund untuk pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), pengiriman spesimen, serta layanan TBC Resistan Obat (TB RO). "Kita harus adaptif seperti air mengalir di batu karang—optimalkan BPJS Kesehatan, APBD provinsi-kabupaten, dan DAK Non Fisik (BOK) agar layanan TBC tak goyah," tegasnya.

    Pertemuan ini juga jadi panggung evaluasi capaian 2025 yang masih timpang. Meski upaya penemuan kasus dan pengobatan digaspol, indikator seperti deteksi kasus, sukses pengobatan, dan kesinambungan layanan belum optimal. dr. Nursyamsi menekankan penguatan kolektif, sejalan visi "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera" Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Salim S. Mengga, plus agenda nasional eliminasi TBC 2030.

    Isu krusial lain: pengelolaan logistik TBC. dr. Nursyamsi menyoroti perencanaan presisi untuk obat dan alat diagnostik—hindari kekosongan stok yang bisa fatal bagi pasien, atau penumpukan sia-sia di fasilitas kesehatan. Kritiknya tajam: tanpa distribusi tepat, program ini rawan kolaps di daerah terpencil Sulbar.

    Pertemuan diharapkan lahirkan kesepakatan provinsi-kabupaten, komitmen lintas sektor, dan strategi andalan. Provinsi janji dampingi kabupaten penuh, pastikan pelayanan masyarakat tetap prima walau dana global surut. Di saat stigma TBC masih menyelimuti, langkah ini jadi harapan nyata bagi ribuan nyawa. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS