Sosial Media
0
News
    Home ASN Gubernur Sulbar Mamuju Sekda Sulbar Sulbar Virtual Wagub Sulbar

    Dalam Apel Virtual, Gubernur dan Wakil Gubernur, Ingatkan ASN, Pastikan Absen Transparan

    7 min read

     


    "Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga menyampaikan pesan tegas sebagai "cambuk" bagi ASN agar lebih disiplin, berani ambil keputusan, dan rapikan data absensi, di tengah tantangan pemerintahan yang kian berat, seperti ditegaskan dalam Apel Virtual Pemprov Sulbar."


    Mamuju, TOKATA.id – Seperti cambuk yang menggigit kulit malas, pesan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka kini menjadi dorongan keras bagi ribuan aparatur sipil negara (ASN) di provinsi itu. Apel Virtual Lingkup Pemprov Sulbar, yang dipusatkan di Ruang Rapat Oval Lantai 3 Kantor Gubernur, Senin (05/01), menuntut lompatan kinerja, dari disiplin harian hingga keberanian keputusan di level birokrasi rendah.

    Dipimpin langsung Gubernur Suhardi Duka, apel itu didampingi Wakil Gubernur Salim S. Mengga, Sekda Junda Maulana, serta para asisten dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, suara paling menggelegar datang dari Wagub Salim

    "Disiplin dan keberanian mengambil keputusan adalah nyawa memimpin institusi, termasuk di tingkat kepala bidang. Apa yang disampaikan Pak Gubernur harus jadi motivasi kita semua."

    Lebih dari sekadar seremoni layar, apel ini kritis menyasar budaya absen longgar yang kerap jadi lubang hitam birokrasi. 

    "Ke depan, setiap OPD wajib punya data kehadiran ASN yang jernih: berapa hadir, bolos, dinas luar, sakit, atau tanpa keterangan. Semua dilapor ke Sekda," tegas Salim, mata tertuju pada layar virtual yang menyambung ratusan OPD.

    Langkah ini, baginya, bukan gimmick belaka, melainkan benteng lawan tantangan pemerintahan yang kian kompleks, dari anggaran terbatas hingga tuntutan pelayanan publik prima. 

    "Tantangan kita semakin berat. Dibutuhkan kinerja optimal dari seluruh ASN. Pada apel berikutnya, saya harap kehadiran dan disiplin di setiap bidang sudah kinclong," tambahnya, nada penuh harap bercampur peringatan.

    Momentum ini diharapkan jadi pisau bedah internal: evaluasi tajam, pembenahan cepat. Jika tak ditindak, pelayanan publik Sulbar berisiko terpuruk di lautan ketidakpastian. Pemerintahan provinsi ini kini di ujung tanduk, akan bangkit atau tenggelam dalam rutinitas usang? (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS