Bapperida Sulbar Tegas, Pengelolaan DAS Karama Tak Boleh Setengah Hati
Mamuju, TOKATA.id – Seperti sungai yang mengalir deras tapi tercemar dari akarnya, pengelolaan sumber daya air (SDA) Sulawesi Barat menuntut kolaborasi tajam lintas sektor. Hal ini ditegaskan Bapperida Provinsi Sulawesi Barat dalam pertemuan koordinasi dengan Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan SDA (TKPSDA) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, Selasa (27/1/2026). Langkah ini mewujudkan Panca Daya Ketiga Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga: jaga kelestarian lingkungan melalui sinkronisasi kebijakan.
"Koordinasi lintas sektor pengelolaan sumber daya air (SDA) Sulawesi Barat diperkuat melalui pertemuan Bapperida Provinsi, TKPSDA, dan BWS Sulawesi V pada Selasa (27/1/2026), menegaskan komitmen Gubernur Suhardi Duka dalam Panca Daya Ketiga untuk selamatkan DAS Karama dari pencemaran daratan yang mengancam kehidupan jutaan warga."
Kepala Bapperida, Amujib, menyoroti urgensi pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Karama sungai vital yang mengairi lahan pertanian, tambang, dan pemukiman di Sulawesi Barat. DAS seluas ribuan hektare ini rawan degradasi akibat limbah industri, erosi hutan, dan sampah domestik, mengancam pasokan air bersih bagi ratusan ribu jiwa.
"Pengelolaan SDA butuh desain terintegrasi: BWS urus alur sungai, pemerintah daerah kawal daratan agar tak jadi sumber pencemaran," tegas Amujib.
Ia kritik keras pembangunan Sulbar yang terlalu fokus infrastruktur fisik jalan, gedung sementara kesadaran lingkungan dan penegakan regulasi loyo.
"Pembangunan tak cukup bata dan semen. Bangun SDM berwawasan hijau, selaraskan regulasi daerah dengan pusat, baru dampak nyata ke masyarakat," tambahnya, menekankan keterkaitan dengan agenda nasional seperti RPJMN 2025-2029.
Pertemuan perdana ini jadi panggaling awal, satukan program pusat, provinsi, kabupaten/kota. Targetnya. SDA berkelanjutan yang tingkatkan kesejahteraan, cegah banjir musiman DAS Karama, dan dukung ekonomi hijau Sulawesi Barat. Tanpa aksi tegas, ancaman degradasi air bakal jadi bom waktu bagi generasi mendatang. (*/Rigo Pramana)
