Sosial Media
0
News
    Home BPBD Sulbar Cuaca Extrem Distribusi Air Mamuju Sulbar

    Air Tangki BPBD Selamatkan Operasional BNNP di Tengah Krisis Cuaca Sulbar

    6 min read

     


    "Di tengah kekeringan ganas akibat cuaca ekstrem, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menyuntik air bersih ke Kantor BNNP Sulbar, Jumat (2/1), memastikan roda operasional antinarotika tak terhenti meski sumber air lokal kering kerontang."


    Mamuju, TOKATA.id – Kekeringan akibat cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Barat terus menggerogoti pasokan air bersih di berbagai instansi pemerintahan. Respons cepat datang dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulbar, yang mendistribusikan air bersih langsung ke Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulbar, Jumat (02/01).

    Pendistribusian ini menjadi penangkal darurat terhadap gangguan ketersediaan air yang dipicu hujan minim dan suhu tinggi, sebagaimana dipantau BMKG Kelas II Tampa Padang Mamuju. Armada tangki milik BPBD Sulbar mengangkut ribuan liter air bersih, disalurkan tepat sasaran ke lokasi BNNP di pusat kota Mamuju. Langkah ini krusial untuk menjaga kelancaran pelayanan masyarakat dan operasional perkantoran, di mana kekurangan air berpotensi melumpuhkan aktivitas harian.

    Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan komitmen instansinya dalam misi kemanusiaan. "Melalui TRC, BPBD Sulbar tak kenal lelah tangani darurat lapangan. Suntikan air ini pastikan BNNP tetap prima layani publik, walau cuaca ekstrem mengancam," tegasnya saat memantau pengisian tangki.

    Yasir menambahkan, instruksi Gubernur Sulbar Suhardi Duka menjadi pedoman utama: koordinasi intensif dengan instansi kekeringan serta pemantauan cuaca real-time bersama BMKG. "Kami tak tunggu keluhan; proaktif deteksi dan respons. Ini bagian dari siaga bencana yang tak boleh kendur," pungkasnya, menyoroti urgensi adaptasi pemerintah daerah terhadap pola cuaca yang semakin tak terduga.

    Hingga kini, BPBD Sulbar catat puluhan titik distribusi serupa sejak awal Januari, menandakan kekeringan ini bukan sekadar isu musiman, melainkan ancaman berkelanjutan yang menuntut solusi jangka panjang seperti pengelolaan sumber daya air yang lebih tangguh. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS