Sosial Media
0
News
    Home AI HAB Kemenag Sulbar Pasangkayu Sekda Sulbar Sulbar

    4.000 Peserta HAB Kemenag Sulbar, Momentum Refleksi AI di Tengah Ketenteraman Sulbar

    6 min read

     


    "Di bawah langit cerah Sabtu (3/1/2026), Sekda Sulawesi Barat Junda Maulana mewakili Gubernur Suhardi Duka inspeksi upacara HAB Kemenag RI ke-80 yang diramaikan 4.000 ASN dari seluruh kabupaten. Ia memuji kontribusi Kemenag menjaga ketenteraman Sulbar, tapi tegas ingatkan: AI harus dimanfaatkan bijak untuk dakwah, bukan disia-siakan hingga jadi alat destruktif."


    Pasangkayu, TOKATA.id - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Gubernur Suhardi Duka pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) RI ke-80. Acara di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pasangkayu, Sabtu (3/1/2026), dihadiri sekitar 4.000 peserta dari jajaran Kemenag se-Sulbar, menciptakan khidmat semarak bagai lautan manusia yang bergelora dalam satu irama.

    Kehadiran masif ini tak hanya jadi pesta visual, tapi momentum sinergi. "Saya atas nama pemerintah berikan apresiasi tinggi kepada Kanwil Kemenag Sulbar atas kontribusi besarnya menjaga Sulbar tetap aman dan tenteram," tegas Junda kepada wartawan, seraya berharap kolaborasi erat dengan Gubernur Suhardi Duka dan Wagub Salim S. Mengga terus terjalin.

    Junda tak henti memuji skala upacara yang mendatangkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) Kemenag dari Polewali Mandar hingga Mamuju Tengah. "Saya tak menyangka peserta capai 4.000 orang. Ini punya multiplier effect luar biasa, terutama dorong ekonomi dan citra Kabupaten Pasangkayu," ungkapnya, menyoroti manfaat riak kegiatan besar bagi daerah tuan rumah.

    Namun, di balik euforia, Junda ajak refleksi kritis: HAB ke-80 ini harus jadi titik tolak hadapi badai global, khususnya ledakan kecerdasan buatan (AI). Ia soroti pesan Menteri Agama yang menuntut ASN Kemenag manfaatkan AI secara bijak untuk dakwah digital dan kemaslahatan umat. "Gunakan AI untuk konten syiar agama, konten kebaikan, dan kesejahteraan masyarakat. Ini momentum digiatkan!" desaknya.

    Peringatan tegas menyusul: tanpa pemanfaatan positif, AI berpotensi jadi senjata ganda yang mematikan. "Jangan sampai kita lengah, hingga AI justru dieksploitasi untuk hal negatif seperti hoaks atau polarisasi," kritik Junda, menggugat kesiapan birokrasi agama di era disruptif ini.

    Ia tutup dengan harapan HAB ini perkuat sinergi seluruh elemen bangsa, guna wujudkan kemaslahatan, kesejahteraan, dan ketenteraman NKRI—khususnya Sulbar yang rapuh di tengah gejolak dunia. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS