Jaga Personel Ketat, BPBD Sulbar Antisipasi Badai di Ufuk Sulbar
"Di bawah naungan malam gelap Senin (15/12) pukul 22.30 WITA, Regu 2 Posko Siaga Darurat BPBD Sulawesi Barat menggelar rapat internal darurat, membagi tugas jaga personel guna meredam ancaman bencana di tengah cuaca Sulbar yang masih mengintai ganas."
Mamuju, TOKATA.id – Angin malam yang menggigit menyapa rapat internal Regu 2 Posko Siaga Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Senin malam (15/12) pukul 22.30 WITA. Agenda utama: pembagian tugas jaga personel, langkah krusial untuk mengokohkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah yang cuacanya masih tak bersahabat—hujan deras dan angin kencang mengancam stabilitas.
Rapat itu bukan sekadar rutinitas. Dibahas secara detil jadwal jaga bergilir, pembagian peran spesifik personel—mulai operator radio hingga tim logistik—serta mekanisme koordinasi lintas unit dan pelaporan real-time. Semua dirancang agar respons darurat tak terhambat sekunder, di saat cuaca ekstrem kerap menjebak daerah pedalaman Sulbar seperti Mamuju Tengah.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan ketegasan strategi ini. “Pembagian tugas yang jelas dan terstruktur adalah benteng utama kesiapan posko. Tanpa itu, personel rawan kocar-kacir saat sirene bencana berbunyi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yasir menyoroti urgensi: “Rapat ini memastikan setiap prajurit bencana paham tugasnya. Kesiapsiagaan harus 24 jam, agar penanganan cepat, tepat, dan menyelamatkan nyawa.” Penegasan ini sejalan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang mendesak BPBD perkuat wawasan dini, koordinasi internal rapat, serta stok sumber daya manusia dan alat berat—kritik diam-diam atas kelengahan masa lalu yang pernah memakan korban.
Langkah ini kritis, mengingat Sulbar berulang dilanda banjir bandang dan longsor. Kegagalan koordinasi bisa berujung tragedi; rapat malam itu jadi pengingat tajam: bencana tak tunggu pagi. (*/Rigo Pramana)
