Gubernur Suhardi Duka Resmi Buka Rujukan Stunting RSUD Mamuju, Target Turun 27 Persen
"Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri peluncuran layanan rujukan stunting di RSUD Kabupaten Mamuju pada Senin (22/12/2025), langkah strategis dalam Program PASTI PADU untuk turunkan angka stunting 27,27 persen di kalangan balita, demi bangun SDM unggul dan berdaya saing."
Mamuju, TOKATA.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmen kuat dalam percepatan penurunan stunting, investasi jangka panjang untuk pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan kompetitif. Puncaknya, peluncuran layanan rujukan stunting di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju pada Senin, 22 Desember 2025, dihadiri Gubernur Suhardi Duka, Wakil Gubernur Salim S Mengga, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Suraidah Suhardi, Staf Ahli TP PKK Ny. Fatmawati Salim, serta jajaran perangkat daerah dan tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan bahwa stunting bukan hanya masalah tinggi badan, melainkan ancaman serius bagi kecerdasan, produktivitas, dan daya saing generasi mendatang. "Anak yang hari ini tak tertangani berisiko jadi generasi tertinggal besok. Di balik data ada wajah anak-anak kita, harapan orang tua, dan tanggung jawab bersama pemerintah serta pemangku kepentingan," tegasnya.
Data status gizi per November 2025 mencatat, dari 112.307 balita sasaran, 79.612 (75,13 persen) telah diukur. Hasilnya, 21.713 balita stunting (27,27 persen), 4.637 wasting (5,82 persen), dan 14.860 underweight (18,67 persen). Angka ini, lanjut dr. Nursyamsi, bukan sekadar statistik, tapi panggilan aksi kolektif.
Peluncuran ini jadi bagian krusial Program PASTI PADU (Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu), gerakan lintas sektor melibatkan OPD, TP PKK, TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa. RSUD Mamuju kini resmi sebagai fasilitas rujukan utama, fokus tangani balita stunting berisiko tinggi yang tak bisa ditangani di puskesmas.
Tujuan layanan ini mencakup:
Meningkatkan akses dan mutu rujukan bagi balita stunting dan berisiko.
Layani diagnosis, tatalaksana medis, hingga pemantauan tumbuh kembang terpadu.
Dukung penurunan stunting berkelanjutan di Sulawesi Barat.
Ruang lingkupnya meliputi penanganan stunting/wasting berkomplikasi, layanan ibu hamil berisiko tinggi, konsultasi gizi, edukasi keluarga, serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan dasar.
Pemprov Sulbar optimistis, dengan dukungan penuh gubernur dan mitra, layanan ini beri dampak nyata. "Kita wujudkan anak Sulawesi Barat sehat, cerdas, dan berdaya saing, selaras visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera," pungkas dr. Nursyamsi. (*/Rigo Pramana)
