Arahan Keras Ali Rachman, Regu Posko BPBD Sulbar Harus Responsif Jangan Gagal Lindungi Masyarakat
"Di bawah naungan malam Sabtu (27/12) pukul 21.30 WITA, Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Sulawesi Barat Muh. Ali Rachman melontarkan arahan tegas kepada Regu 2 Posko Siaga Darurat: siaga total, solid, dan responsif—atau risiko bencana Sulbar yang rapuh akan menelan korban sia-sia."
Mamuju, TOKATA.id – Seperti pedang yang diasah di kegelapan malam, Penelaah Teknis Kebijakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muh. Ali Rachman, menyampaikan arahan krusial kepada Regu 2 Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar pada Sabtu malam (27/12) pukul 21.30 WITA.
Pengarahan itu bergulir di jantung Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar, di mana Ali Rachman menekankan kesiapan mutlak personel. "Setiap informasi yang masuk harus segera dianalisis dan ditindaklanjuti dengan langkah terukur, agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal—tanpa celah keteledoran," tegasnya, nada suaranya menusuk seperti peringatan akan badai yang mengintai wilayah rawan longsor dan banjir Sulbar.
Arahan ini bukan sekadar seremoni rutin. Di tengah riwayat bencana yang sering menyergap Sulbar—dari gempa hingga abrasi pantai—kewaspadaan regu posko menjadi garis pertahanan pertama. Ali Rachman menggarisbawahi solidaritas tim sebagai pondasi, menuntut responsivitas yang tak kenal lelah untuk mencegah eskalasi risiko.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, merespons dengan apresiasi tajam. "Arahan ini selaras dengan petunjuk Gubernur Sulbar, Bapak Suhardi Duka, yang memerintahkan seluruh jajaran BPBD tingkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme demi perlindungan masyarakat," ujarnya.
Yasir Fattah tak berhenti di pujian. Ia mengingatkan personel Posko Siaga Darurat untuk jaga kesehatan prima, kekompakan tim yang kokoh, serta kesiapan peralatan dan logistik. "Hanya dengan itu, saat bencana datang, respons cepat dan penanganan awal bisa maksimal—bukan sekadar reaktif, tapi proaktif selamatkan nyawa," tegasnya, menyoroti celah potensial jika disiplin kendur.
Komitmen ini kian mendesak di akhir 2025, saat musim hujan mengancam memperburuk kerentanan Sulbar. BPBD Sulbar kini diuji: apakah arahan malam itu jadi katalisator transformasi, atau hanya gema sementara? (*/Rigo Pramana)
