Ratusan Jamaah Padati Maulid Akbar di Polewali, Pesan Amanah dan Akhlak Diserukan
Polewali Mandar, TOKATA.id — Suasana teduh dan khidmat mewarnai pelaksanaan bershalawat dalam rangka Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Anwarut Taufik di Pasar Baru, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Jumat (01/11).
Ratusan jamaah dari beragam lapisan masyarakat memenuhi lokasi acara untuk bersama-sama melantunkan shalawat kepada Rasulullah SAW.
Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, hadir dan membawakan hikmah peringatan Maulid. Dalam tausiyahnya, Salim mengulas empat karakter utama Rasulullah SAW dalam perjuangan menegakkan agama Allah: siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathanah (cerdas).
Menurut Wakil Gubernur yang mendampingi Gubernur Sulbar Suhardi Duka ini, sifat siddiq menuntut keteguhan dalam ucapan dan tindakan. “Dengan kejujuran dan konsistensi pada kebenaran, kita akan dicintai, sebagaimana umat mencintai Nabi Muhammad SAW,” ujar Salim.
Ia mengajak seluruh umat Islam memperbanyak shalawat dan meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran, kesabaran, hingga kepedulian sosial.
“Jadikan perayaan Maulid bukan sekadar seremoni, tapi sebagai momentum penguatan iman dan pengukuhan cinta kepada Rasulullah SAW. Dengan memperbanyak shalawat, semoga hati kita bersih dan daerah kita terus diberkahi,” tambah Salim.
Wakil Gubernur juga menggali makna amanah dalam kehidupan. Semua aspek, dari hubungan rumah tangga hingga jabatan, merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Kita di bumi memikul dua tugas besar dari Allah SWT: menjaga agar bumi tidak kacau dan memakmurkannya demi kepentingan seluruh makhluk-Nya,” tegasnya.
Salim menegaskan, menjaga bumi sesungguhnya dijalankan melalui akhlak yang dibangun Rasulullah SAW. “Inti agama adalah akhlak: kepada Allah, makhluk, dan sesama manusia,” ujarnya.
Selain itu, untuk memakmurkan bumi diperlukan ilmu pengetahuan berguna, tetapi ilmu harus dibarengi akhlak agar tidak menimbulkan kerusakan.
“Ilmu tanpa akhlak justru berbahaya. Oleh sebab itu, akhlak harus mengawasi ilmu, sehingga tercipta manfaat bukan kehancuran,” pungkasnya.
Ketua Panitia, Agus Salam, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wakil Gubernur yang menandakan perhatian pemerintah terhadap kegiatan keagamaan. “Antusiasme masyarakat luar biasa. Kehadiran ratusan jamaah ini bukti nyata kecintaan umat pada Nabi Muhammad SAW,” katanya.
Acara yang sudah memasuki penyelenggaraan ketiga ini juga dihadiri tokoh agama, pejabat daerah, dan masyarakat dari berbagai kalangan. Suara shalawat merdu bergema, diiringi tabuhan rebana yang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan.
Selain bershalawat, acara diisi dengan doa bersama demi keselamatan, kemajuan Sulawesi Barat, dan penguatan nilai persaudaraan, agar Nabi Muhammad SAW menjadi teladan utama dalam membangun kehidupan berkeadaban. (*/Rigo Pramana)
