Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Dinkes Sulbar Kusta TP PKK Sulbar

    Sulawesi Barat Gencarkan Kemoprofilaksis Kusta, Targetkan Eliminasi 2030

    6 min read

     


    Majene, TOKATA.id  Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat memperkuat komitmennya mengendalikan penyakit menular dengan menggelar Sosialisasi Pemberian Kemoprofilaksis Kusta di Dapur Mandar Pamboang, Kabupaten Majene, akhir pekan lalu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam upaya eliminasi kusta di wilayah tersebut.

    Acara dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Barat, Ny. Harsinah Suhardi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, tenaga kesehatan, kader, dan perwakilan masyarakat.

    Dalam sambutannya, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa kemoprofilaksis kusta merupakan tindakan preventif penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini sekaligus mengikis stigma sosial. "Kusta bukan sekadar persoalan medis, tapi juga masalah sosial yang melekat di masyarakat. Melalui kemoprofilaksis, kami berupaya menghentikan penularan sejak dini dan menghilangkan diskriminasi," ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

    "Kesehatan fisik harus diimbangi dengan kekuatan sosial yang mampu mendukung penderita kusta tanpa stigma," tegas dr. Nursyamsi.

    Sementara itu, Ny. Harsinah Suhardi menyatakan bahwa kolaborasi TP PKK dengan Dinas Kesehatan merupakan bentuk nyata peran perempuan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. PKK hadir sebagai mitra strategis dalam edukasi, pendampingan keluarga, dan sosialisasi deteksi dini kusta.

    “PKK mengajak kader dan masyarakat proaktif melaporkan gejala kusta di lingkungan mereka agar penanganan dapat segera dilakukan,” kata Ny. Harsinah.

    Melalui sosialisasi ini, Dinas Kesehatan Sulbar menegaskan target eliminasi kusta pada 2030 sesuai kebijakan nasional, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan masyarakat yang inklusif dan bebas diskriminasi. (*/Rigo Pramana)

    Additional JS