Perkuat Jejaring Layanan, Sulawesi Barat Komitmen Bebas TBC Tahun 2030
Mamuju, TOKATA.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Public Private Mix (PPM) TBC tingkat provinsi di Marannu Golden Hotel, Mamuju, Senin (13/10). Acara ini diikuti 45 peserta, meliputi perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) swasta.
Narasumber dalam pertemuan ini berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, serta Global Fund Komponen TBC melalui pembiayaan Budget Line 390.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, membuka secara resmi kegiatan tersebut dengan memberikan apresiasi atas prestasi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di provinsi ini.
“Kinerja program penanggulangan TBC Sulawesi Barat sangat memuaskan, bahkan melampaui capaian beberapa provinsi lain,” tegas dr. Nursyamsi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya eliminasi TBC pada 2030 masih menuntut kerja keras, sinergi antar pihak, dan komitmen kuat.
“TBC tetap menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Sulawesi Barat. Pendekatan Public Private Mix memastikan seluruh fasilitas kesehatan, baik pemerintah maupun swasta, berperan aktif dalam mendeteksi, menangani, dan melaporkan kasus TBC. Ini sejalan dengan misi pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter yang digaungkan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga,” kata dr. Nursyamsi.
Keberhasilan penanggulangan TBC, lanjutnya, tak hanya bergantung pada sektor pemerintah. Keterlibatan rumah sakit swasta, klinik, apotek, laboratorium, organisasi profesi, dan mitra masyarakat menjadi kunci utama agar setiap pasien mendapatkan diagnosis dan pengobatan tepat serta tuntas.
Selain meninjau capaian dan kendala di setiap kabupaten, pertemuan ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik antar daerah dan fasyankes. Diharapkan hasilnya memperkuat jejaring layanan serta tata kelola program TBC di Sulawesi Barat.
Di akhir sambutan, dr. Nursyamsi memberi penghargaan kepada tenaga kesehatan, petugas surveilans, laboran, kader, dan mitra swasta yang menjadi garda terdepan eliminasi TBC.
“Mari kita tingkatkan sinergi, semangat kerja, dan inovasi demi Sulawesi Barat bebas TBC tahun 2030,” pungkasnya. (*/Rigo Pramana)
