Optimalisasi Fiskal di Sulbar, Bapperida Dorong Perencanaan Efisien 2026
Mamuju, TOKATA.id – Penurunan alokasi fiskal dari pemerintah pusat memaksa Bapperida Sulawesi Barat mengambil peran utama dalam merumuskan strategi pembangunan 2026.
Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, mendampingi Gubernur Suhardi Duka dalam Rakor optimalisasi fiskal daerah bersama Bupati se-Sulbar di Kantor Gubernur, Rabu (15/10).
Rakor membahas pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan penghapusan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, yang diperkirakan memangkas APBD hingga Rp330 miliar. Bapperida dituntut memastikan program prioritas tetap tepat sasaran dan efisien.
“Perencanaan kini sangat krusial. Kami pastikan anggaran terbatas dialokasikan efektif untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Junda Maulana usai rakor.
Bapperida akan memperkuat sinergi lintas sektor dan menyelaraskan program provinsi dan kabupaten untuk menghindari tumpang tindih, fokus pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan.
Rakor juga menandai kerja sama Pemprov Sulbar, Pemkab, dan BPJS Kesehatan untuk memperkuat cakupan JKN bagi peserta nonpekerja, menjaga status Universal Health Coverage (UHC) di Sulbar.
Gubernur Suhardi Duka menegaskan pentingnya efisiensi dan sinergi.
“Kita harus terima kebijakan pusat, tanpa membangkang. Pendidikan tetap prioritas dengan hak guru dipenuhi penuh,” ujarnya.
“Layanan dasar kesehatan juga tetap dijalankan,” tambah Suhardi.
Pemprov Sulbar optimistis perencanaan pembangunan 2026 berjalan terarah dan inklusif, meski dengan tekanan fiskal berat. (*/Rigo Pramana)
