Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Bendungan Budong Budong Gubernur Sulbar Mamuju Tengah PSN

    Kunci Mandiri Pangan Sulbar, Gubernur Tekankan Pengawasan dan Mitigasi Lingkungan di Bendungan Budong-budong

    13 min read

     


    Mamuju Tengah, TOKATA.id Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, meninjau langsung pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Budong-budong di Desa Salule’bo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sabtu (11/10).

    Dalam kunjungan kerja tersebut, SDK didampingi Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras, serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sulbar.

    Kunjungan ini bertujuan memastikan progres konstruksi bendungan berjalan sesuai target dan kualitas, sekaligus mengevaluasi aspek keamanan dan dukungan masyarakat.

    “Saya bersama Pak Kapolda memantau langsung keamanan dan dukungan masyarakat bersama bupati. Kami mendapat laporan positif. Harapannya, bendungan selesai dan beroperasi pada 2027,” tegas Suhardi Duka.

    Bendungan Budong-budong yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp1 triliun, memiliki fungsi multi-manfaat:

    • Irigasi seluas 3.047 hektare

    • Penyediaan air baku 0,41 meter kubik per detik

    • Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,60 megawatt

    • Potensi pengembangan pariwisata

    • Reduksi risiko banjir Q50 sebesar 330,87 meter kubik per detik

    Gubernur Suhardi menilai bendungan ini sebagai kunci percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Barat, khususnya bagi Mamuju Tengah.

    “Bendungan ini sangat strategis dan vital bagi Sulbar dan Mamuju Tengah,” ujarnya.

    Lebih jauh, SDK menekankan peran bendungan dalam mendukung ketahanan pangan daerah yang selama ini masih bergantung pada pasokan beras dari luar wilayah. Jika bendungan beroperasi optimal, Mamuju Tengah dapat mencapai kemandirian pangan sesuai program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

    “Dengan bendungan ini, Mamuju Tengah bisa mandiri tanpa perlu impor atau tambahan pasokan pangan dari luar. Itu yang paling penting, mewujudkan ketahanan pangan dalam program Asta Cita Presiden,” jelasnya.

    Dalam evaluasi lapangan, SDK juga memberikan arahan tegas kepada kontraktor pelaksana proyek:

    “Saya bersama Pak Kapolda menekankan pengawasan ketat, keterlibatan pengusaha lokal, dan mitigasi dampak lingkungan agar tidak merusak ekosistem sekitar,” pungkasnya. (*/Rigo Pramana)

    Additional JS