Sosial Media
0
News
    Home Bapperida Sulbar Gubernur Sulbar Inovasi Riset

    Bapperida Sulbar Perkuat Riset dan Inovasi demi Pembangunan Berbasis Bukti

    7 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id – Menjawab visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk mewujudkan Sulawesi Barat maju dan sejahtera, Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menggarisbawahi urgensi penguatan riset dan inovasi sebagai pilar utama pembangunan daerah.

    Dalam arahannya pada Senin (13/10), saat memimpin apel pagi sekaligus rapat internal di ruang RPJMD Kantor Bapperida, Junda menolak riset semata-mata sebagai aktivitas akademik biasa. Ia menegaskan, riset dan inovasi merupakan tantangan strategis yang harus dikawal secara cermat dan efisien mengingat keterbatasan anggaran daerah.

    “Riset merupakan kawalan kita. Karena fiskal terbatas dan riset tidak murah, kita tidak harus melakukan riset dalam jumlah banyak. Yang utama adalah menelaah riset yang sudah ada," ujarnya tegas.

    Junda menekankan penelaahan riset sebagai langkah strategis untuk efisiensi anggaran sekaligus memastikan hasil kajian yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Untuk mendukung itu, ia mendorong pengajuan formasi fungsional Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan membuka peluang kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya dalam pengembangan riset komoditas unggulan Sulbar.

    “Riset belum operasional tanpa diseminasi. Tanpa itu, hasil riset tidak akan detail dan intervensi berdasarkan survei bisa meleset. Ini yang harus kita tingkatkan,” tegas Junda.

    Dalam perencanaan pembangunan, Junda menguraikan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) berawal dari analisis mendalam yang dilakukan pada Desember dan Januari, meliputi evaluasi APBD, kinerja, dan capaian pembangunan. Kajian-kajian empiris dan teoritis ini menjadi fondasi utama penyusunan arah pembangunan tahun berikutnya.

    “Kajian sangat dibutuhkan. Saya harap Pak Awal segera menyesuaikan langkah bersama tim riset dan inovasi. Kita harus objektif, dengan memanfaatkan hasil riset yang sudah ada mengingat keterbatasan sumber daya manusia,” pesan Junda kepada Musra Awaluddin, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) yang baru dilantik pada Jumat (10/10).

    Junda juga mendorong perubahan pola kerja di RIDA, termasuk kolaborasi erat dengan perguruan tinggi untuk pelaksanaan survei dan kajian. Ia menekankan pentingnya perubahan mindset sebagai kunci percepatan penyelenggaraan pemerintahan, mengutip pernyataan Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN.

    “Kalau mau survei, kerja sama dengan pihak ketiga saja. Kita ubah cara kerja dan cara berpikir, tidak perlu melakukan riset baru tapi cukup menelaah hasil riset yang sudah ada. Banyak membaca, kemudian memberikan rekomendasi layak pakai,” pungkasnya.

    Dengan arahan ini, Bapperida Sulbar memperkuat fondasi riset dan inovasi sebagai bagian tak terpisahkan dari perencanaan pembangunan yang berbasis bukti, hemat anggaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS