Sosial Media
0
News
    Home Bapperida Sulbar Evaluasi Keuangan Mamuju Perencanaan RPJMD Sulbar

    Bapperida Sulbar Gelar Rapat Koordinasi Utamakan Strategi Pembangunan Berbasis Hasil

    12 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id  Badang Pengendalian Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi lintas perangkat daerah untuk merumuskan arah pembangunan lima tahun ke depan. Fokus utama pertemuan ini adalah sinkronisasi persiapan asistensi dan verifikasi Rencana Strategis Perangkat Daerah (Renstra-PD) 2025–2029, sebagai tindak lanjut hasil evaluasi RPJMD serta catatan teknis dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

    Rapat yang dipimpin oleh Angga Tirta Wijaya, Perencana Ahli Muda mewakili Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, ini dihadiri oleh pejabat penyusun program dan fungsional perencana dari seluruh perangkat daerah. Kegiatan berlangsung di Ruang RPJMD Kantor Bapperida Sulbar, Senin (20/10).

    Angga menegaskan bahwa penyesuaian tujuan pembangunan daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsistensi antara visi RPJMD dan program perangkat daerah. Ia menyebutkan, “Kita tidak lagi menetapkan tujuan per misi, melainkan fokus pada dua tujuan utama yang merujuk langsung pada visi: Maju dan Sejahtera.”

    Ia menjelaskan, dua tujuan tersebut adalah:

    • Pertama, mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dengan indikator utama berupa laju pertumbuhan ekonomi.

    • Kedua, menurunkan tingkat kemiskinan dan ketimpangan secara berkeadilan dan inklusif, diukur melalui tingkat kemiskinan dan indeks gini.

    Menurutnya, perubahan ini merupakan respons atas evaluasi RPJMD oleh Kementerian Dalam Negeri dan arahan dari Kementerian PAN-RB agar struktur tujuan lebih fokus, terukur, dan mampu menjawab isu pembangunan secara langsung.

    Bapperida Sulbar juga menyoroti sejumlah tantangan teknis yang perlu segera ditangani, di antaranya:

    • Pemetaan pohon kinerja harus mampu menggambarkan critical success factors secara eksploratif, bukan sekadar mengisi kotak sasaran program.

    • Strategi pengentasan kemiskinan harus mengadopsi tiga pendekatan, yaitu peningkatan pendapatan, pengurangan beban masyarakat, serta perbaikan infrastruktur di daerah terkategori miskin.

    • Perbaikan Leveling Kinerja harus dilakukan dengan memastikan hubungan relasi antara tujuan dan sasaran berjalan logis dan tidak terbalik. Contohnya, penurunan angka kemiskinan harus merupakan hasil dari pencapaian tujuan yang relevan, bukan sebaliknya.

    Sementara itu, Junda Maulana, Kepala Bapperida Sulbar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi landasan penting dalam memastikan bahwa leveling kinerja dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur, Salim S. Mengga, terintegrasi secara sistematis dan berbasiskan hasil yang nyata. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS