Sosial Media
0
News
    Home Daerah Mamuju Politik Sulbar

    Politik Pemekaran: Elite Lama Mamuju Hidupkan Kembali Proyek DOB Kota Mamuju di Era Prabowo

    1 min read



    Mamuju, TOKATA.id - Ketua DPRD Kabupaten Mamuju, H. Syamsuddin Hatta, memimpin rapat pembentukan Forum Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Mamuju. Rapat digelar di Rumah Jabatan Ketua DPRD setempat, Jalan AP Pettarani, pada Kamis malam, (04/09).


    Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh berpengaruh dari kalangan politisi senior, antara lain anggota DPD RI Dapil Sulbar H. Almalik Pababari, tokoh adat H. Tamrin Syakur, H. Tamrin Endeng, dan H. Muh. Yanas, serta Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulbar Hj. St. Suraidah Suhardi. Hadir pula perwakilan partai politik, praktisi hukum, dan media.


    Dalam sambutannya, Syamsuddin Hatta menegaskan bahwa forum ini dibentuk untuk mengkaji ulang peluang dan tantangan pemekaran Kota Mamuju sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.


    “Wacana ini telah lama ada, bahkan sejak pembentukan Sulawesi Barat pada 2004. Setiap periode kepemimpinan bupati memiliki konsep yang sama, memekarkan Mamuju menjadi tiga entitas, yaitu Kabupaten Mamuju sebagai induk, Kabupaten Mamuju Tengah yang sudah terbentuk, dan Kota Mamuju sebagai ibu kota provinsi,” jelasnya.


    Dia mengingatkan bahwa pada masa pemerintahan Presiden SBY, usulan DOB Kota Mamuju sempat masuk daftar prioritas. Namun, kebijakan moratorium pemekaran di era Presiden Jokowi menghentikan proses tersebut.


    “Kini, dengan pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, peluang moratorium dicabut semakin terbuka. Mamuju harus mempersiapkan segala dokumen dan data pendukung agar dapat segera diusulkan kembali,” tegas Hatta.


    Dia menyebutkan, DPRD dan Pemkab Mamuju telah memiliki dua dokumen kunci, yaitu Kajian Kelayakan Pembentukan Kota Mamuju (2014) dan Dokumen Usulan Pembentukan Kota Mamuju (2019) yang telah didukung oleh 93 desa dan kelurahan.


    “Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyamakan visi dan menyempurnakan data. Target kami adalah terbentuknya dua daerah otonom baru: Kota Mamuju dan Kabupaten Mamuju dengan pusat pemerintahan di Papalang,” tambahnya.


    Rapat kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang diwarnai dukungan dari berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan partai politik terhadap percepatan pembentukan DOB Kota Mamuju.


    Akhirnya, disepakati susunan pengurus forum dengan Masram Jaya sebagai ketua, Irfan Topporang sebagai sekretaris, dan H. Fadli Sandi sebagai bendahara. Kelak, formatur akan menyusun struktur lengkap forum tersebut. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS