Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Politik

    Suhardi Duka Menanggapi Teguran Bawaslu Terkait Kehadiran Anak-anak di Kampanye

    "SDK-JSM"

    1 min read

     



    Mamuju – Calon Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menanggapi teguran dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait banyaknya anak-anak yang hadir di acara kampanye. SDK menegaskan bahwa timnya tidak pernah mengundang anak-anak untuk hadir di acara tersebut. 

    “Terlalu bodoh kami kalau mengundang anak-anak ke kampanye. Karena mereka belum punya hak pilih,” ujarnya sebelum mengakhiri kampanye SDK-JSM di Desa Campaloga.

    Sejak kampanye dimulai di Desa Kalonding hingga Desa Campaloga, pembawa acara secara konsisten mengingatkan peserta untuk tidak membawa anak-anak mereka ke lokasi kampanye. Himbauan tersebut disampaikan berulang kali untuk memastikan fokus kampanye tetap pada pemilih yang memiliki hak suara.

    SDK menjelaskan bahwa kehadiran anak-anak di kampanye kemungkinan besar disebabkan oleh mereka yang mengikuti orang tua mereka atau sekadar ingin bermain di area yang luas dan ramai. 

    “Jarang ada keramaian di desa. Wajarlah jika mereka bermain di area ini. Mereka mungkin terpaksa diajak orang tuanya karena tidak ada yang menjaga di rumah, apalagi masih kecil,” tambahnya.

     Ia juga mempertanyakan siapa yang akan menjaga anak-anak jika kedua orang tuanya ingin bertemu dengan SDK di acara tersebut, menekankan bahwa Bawaslu tidak seharusnya langsung menyalahkan timnya.

    Selain itu, SDK menegaskan bahwa ia tidak pernah mengundang Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pihak-pihak yang dilarang mengikuti kampanye. Dari penelusuran di lapangan, terlihat bahwa banyak warga yang hadir berasal dari wilayah yang cukup jauh dari lokasi kampanye, termasuk dari desa-desa lain.

    Acara kampanye di Desa Campaloga berjalan lancar dan dihadiri oleh masyarakat yang antusias mendukung pasangan calon SDK-JSM. (rls)

    Additional JS