Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Ekonomi Sulbar

    Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Pantau Harga Pangan di Pasar Tradisional untuk Kendalikan Inflasi

    1 min read


    Mamuju – Menindaklanjuti arahan Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju melakukan pemantauan harga komoditas di pasar tradisional Mamuju, Selasa, 1 Oktober 2024. Pemantauan ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan memastikan harga pangan tetap stabil.

    Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Mamuju, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan pentingnya pemantauan harga secara langsung di lapangan agar informasi terkait harga komoditas benar-benar akurat. "Kondisi harga harus kita pantau setiap saat, itulah sebabnya kami turun langsung ke lapangan untuk mengecek," ujar Wahab.

    Ia juga menambahkan bahwa pemantauan harga ini merupakan langkah penting agar masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang signifikan. Apabila ditemukan lonjakan harga, berbagai langkah pengendalian akan segera diambil, termasuk gerakan pangan murah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

    "Kami bersama seluruh stakeholder siap mengambil tindakan jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar. Gerakan pangan murah adalah salah satu solusi yang akan kami terapkan," tambahnya.

    Wahab berharap bahwa dengan pemantauan ini, harga komoditas tidak akan mengalami kenaikan yang drastis, terutama setelah beberapa jalur transportasi darat sempat ditutup. "Alhamdulillah, sistem buka-tutup transportasi sudah tidak berlaku lagi, dan dari hasil pantauan hari ini, harga kembali normal," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) Sulbar, Abdul Waris Bestari, menyampaikan bahwa harga komoditas saat ini berada pada level yang normal, meskipun sempat mengalami kenaikan akibat perayaan Maulid. "Namun sekarang harga sudah kembali stabil," jelas Waris.

    Waris juga menggarisbawahi bahwa gerakan pangan murah yang dilaksanakan di bawah kebijakan Pj Gubernur Bahtiar tidak hanya menyasar daerah perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok. Ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

    Pemantauan harga dilakukan bersama-sama oleh berbagai instansi seperti Bulog, Bank Indonesia, dan instansi lainnya, yang memantau harga di dua pasar tradisional, yaitu pasar lama dan pasar baru di Mamuju. Waris berharap agar tidak ada kenaikan harga secara sepihak yang dapat merugikan masyarakat.

    "Kami harap masyarakat juga ikut menjaga stabilitas harga, dan tidak ada kenaikan harga yang dilakukan secara sepihak. Kami semua berkomitmen untuk menjaga harga tetap terkendali," tandasnya.

    Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju optimis bahwa inflasi akan terus terkendali dan harga pangan tetap stabil, memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Barat. (red)


    Additional JS