Kampanye Perdana Salim Mengga: Komitmen untuk Maju Bersama Sulawesi Barat
"SDK-JSM"
Pasangkayu – Mayjen (Purn) Salim Mengga memulai kampanye perdananya sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Barat di Dusun Lanta, Desa Sarude, Kecamatan Sarjo. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh partai koalisi dan ratusan warga, menunjukkan dukungan yang kuat untuk pasangan Suhardi Duka dan Salim Mengga (SDK-JSM).
Dalam sambutannya, Edianto, seorang tokoh pemuda setempat, mengungkapkan harapannya agar Sulbar dapat mencapai kemajuan di bawah kepemimpinan SDK-JSM. "Kami ingin Sulbar maju. Insya Allah, mereka akan menang," ujarnya penuh semangat.
Arham Bustaman, Koordinator Pemenangan SDK-JSM dari Partai Nasdem, menegaskan pentingnya memilih pasangan ini. "Jika ingin perubahan, pilih SDK-JSM nomor urut 3. Mereka adalah yang terbaik untuk Sulbar," kata Arham, yang juga anggota DPRD Pasangkayu.
Salim Mengga menekankan fokusnya pada pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia berkomitmen untuk memberikan 1.000 beasiswa setiap tahun serta memfasilitasi pelajar yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. "Kami memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dan sektor ekonomi," tegasnya.
Warga juga mengungkapkan berbagai masalah yang mereka hadapi, seperti abrasi pantai dan kurangnya perhatian pada sektor pertanian. Salim Mengga berjanji untuk mengawal setiap proposal yang diajukan untuk kepentingan umum. "Kami akan segera menindaklanjuti jika terpilih," katanya.
Selain itu, ia menjanjikan bimbingan yang lebih intensif bagi petani agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka. "Insya Allah, jika kami terpilih, kebutuhan masyarakat akan menjadi prioritas utama kami," tambah Salim Mengga.
Dengan dukungan kuat dari masyarakat dan partai koalisi, pasangan SDK-JSM semakin optimis dalam menghadapi Pilkada Sulbar 2024. Kampanye ini mencerminkan komitmen Salim Mengga untuk membawa perubahan positif dengan fokus pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta perhatian khusus terhadap sektor pertanian dan nelayan.
