Dalam acara tersebut, Sekretaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris, memaparkan perkembangan ekonomi Sulbar dari tahun ke tahun. Ia mengakui adanya pertumbuhan ekonomi di provinsi termuda ke-33 di Indonesia ini, namun mencatat bahwa peningkatan tersebut belum mencapai tingkat yang signifikan.
"Ekonomi kita memang tumbuh sampai 2024 ini. Namun, pertumbuhan ekonomi kita belum cukup signifikan. Itu adalah perspektif ekonomi yang perlu kita perbaiki," jelas Muhammad Idris.
Ia juga menyoroti kelemahan dalam pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulbar, yang menjadi indikator penting untuk menilai kondisi ekonomi suatu daerah. PDRB mengukur total nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam wilayah tersebut selama satu tahun.
"Saat ini, pertumbuhan PDRB kita masih sangat lemah dan kecil," tambahnya.
Dalam perspektif sosial dan politik, Muhammad Idris mengingatkan perlunya akselerasi dalam memperbaiki tatanan politik di Sulbar. Ia mengutip tujuh dosa sosial yang disampaikan Mahatma Gandhi 80 tahun lalu, yang menurutnya masih relevan: "politik tanpa prinsip, kekayaan tanpa kerja keras, perniagaan tanpa moralitas, kesenangan tanpa nurani, pendidikan tanpa karakter, sains tanpa humanitas, dan peribadatan tanpa pengorbanan."
Sementara itu, salah satu pejuang pembentukan Sulbar, Basri Hasanuddin, memilih untuk menunda perjalanannya ke Jakarta demi menghadiri undangan peringatan HUT Sulbar ke-20 yang akan berlangsung pada Minggu, 22 September 2024, di gedung DPRD Sulbar.
"Karena agenda di Mamuju ini adalah peringatan HUT Sulbar ke-20, saya tunda keberangkatan ke Jakarta. HUT Sulbar lebih penting, dan Sulbar tidak bisa saya lupakan," ujar Basri Hasanuddin.
Ia juga menekankan pentingnya kerja keras dari Pemprov Sulbar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Basri berharap agar ada sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih maju ke depannya.
"Peningkatan sumber daya manusia (SDM) sangat dibutuhkan untuk pembangunan daerah. Kami berharap pemimpin yang terpilih pada Pilkada serentak nanti dapat membawa Sulbar ke arah yang lebih baik dalam lima tahun ke depan," tutupnya. (red)