Sulbar Bergerak, dari Manajemen Lalu Lintas ke Transisi Kendaraan Rendah Emisi
Mamuju, TOKATA.id - Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat hadir dalam rapat koordinasi penyusunan strategi pengurangan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK), Rabu (24/6).
Kabid LLAJ Disperkimtanhub Sulbar, Akbar Atjo, mengatakan rapat fokus merumuskan langkah taktis menekan intensitas emisi GRK tanpa menghambat laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Seluruh perangkat daerah didorong berkontribusi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Disperkimtanhub memegang peran krusial pada sektor transportasi, permukiman, dan infrastruktur," ujar Akbar.
Di sektor transportasi, upaya pengurangan emisi diarahkan pada peningkatan efisiensi, penguraian titik kemacetan, dan dorongan transisi ke moda yang lebih ramah lingkungan. Secara konkret, langkah Disperkimtanhub Sulbar meliputi:
Manajemen lalu lintas: meningkatkan efisiensi jalan untuk mereduksi penumpukan kendaraan penyebab polusi.
Pengaktifan PKB: mengaktifkan kembali layanan Pengujian Kendaraan Bermotor di setiap kabupaten untuk memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan ambang batas emisi.
Transisi kendaraan rendah emisi: mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi secara bertahap, termasuk efisiensi kendaraan dinas operasional.
Fasilitas publik hemat energi: penerapan lampu hemat energi pada fasilitas umum.
Infrastruktur hijau: mendukung pembangunan infrastruktur dan kawasan permukiman berwawasan lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menjaga kualitas lingkungan, serta meningkatkan konektivitas yang ramah lingkungan. Disperkimtanhub Sulbar menyatakan siap mengawal program transportasi, permukiman, dan infrastruktur agar kemajuan ekonomi berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (*/Rigo Pramana)
