Sosial Media
0
News
    Home Gubernur Sulbar Wagub Sulbar

    Di Tanah Polman, Gubernur Untai Kenangan Bersama Wagub Salim Mengga

    7 min read

     


    Polman, TOKATA.id - Di bawah langit senja yang merona jingga Ramadhan, ratusan warga Polewali Mandar (Polman) berkumpul khidmat menyambut rombongan Pemprov Sulawesi Barat. Hadir Gubernur Suhardi Duka, Bupati Samsul Mahmud, Sekda Polman, serta anggota DPRD—semua terpaut dalam ikatan doa dan kenangan.

    Gubernur Suhardi tak kuasa menahan haru saat mengenang almarhum Salim S. Mengga, tokoh teladan yang mendampinginya sejak deklarasi hingga memimpin Sulbar. "Kenangan itu terukir abadi di relung hati. Kita merindukan nasihatnya, tapi saatnya melepaskan dengan ikhlas. Cukuplah air mata kita; yakinlah, beliau kini di sisi Yang Maha Pengasih," ujarnya, suara bergetar seperti daun bergoyang diterpa angin.

    Suhardi mengajak semua pihak lanjutkan warisan nilai-nilai almarhum sebagai kompas pembangunan. Ia juga limpahi pujian pada Bupati Samsul atas lompatan birokrasi Polman: Indeks Reformasi Birokrasi capai 70,88 (Nilai BB), Monitoring Center for Prevention (MCP) korupsi 75,8—angka gemilang di antara kabupaten lain. Pertumbuhan ekonomi merangkak naik, kemiskinan merosot, bukti sinergi provinsi-kabupaten yang harmonis.

    Sebagai lumbung pangan Sulbar, Polman kini jadi panggung revolusi pertanian-kelautan. "Kita pacu Indeks Pertanaman dari 1,4 ke minimal 2,0—sawah dua kali tanam setahun," tegas Suhardi. Pemprov alokasikan Rp6 miliar tahun ini untuk irigasi Lakejo, guna semai lahan makin subur.

    Hilirisasi UMKM jadi senjata utama:

    • Kakao: Bagikan mesin butter, naikkan nilai tambah lima kali lipat.

    • Pakan ternak: Manfaatkan jagung-dedak lokal untuk kemandirian.

    • Kelautan: Tambah 4-5 kapal tangkap nelayan pada 2027, tekan inflasi harga ikan.

    Bupati Samsul Mahmud tak kalah antusias, laporkan respons kilat provinsi bantu korban kebakaran Pamusuwa (Rp600 juta), ditambah galangan donasi warga nyaris Rp2 miliar. "Sinergi pemerintah-masyarakat ini luar biasa—kita bergerak satu hati," katanya.

    Safari Ramadhan ini bukan sekadar ritual; ia jembatan emas yang eratkan pemerintah dan rakyat, nyalakan api kebersamaan untuk Sulawesi Barat yang lebih maju, sejahtera. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS