BREAKING NEWS

DPRD Sulbar Dukung Penguatan BWI, Dorong Wakaf Dikelola Profesional dan Produktif

Mamuju, TOKATA.id – Wakaf bukan sekadar aset yang dititipkan, tetapi amanah yang dapat tumbuh menjadi kemaslahatan. Semangat itu mengemuka dalam pengukuhan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sulawesi Barat periode 2026–2029 di Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (19/8/2026).

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Amalia Fitri bersama Wakil Ketua DPRD Sulbar St. Suraidah Suhardi turut menghadiri prosesi pengukuhan tersebut.

Kegiatan itu juga dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, Sekretaris DPRD Sulbar Arianto, perwakilan BWI Pusat KH. Masyhuril Khamis, Ketua BWI Sulawesi Barat Muhammad Yanas, jajaran pimpinan Forkopimda, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amalia Fitri menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan BWI Sulawesi Barat periode 2026–2029. Ia menilai keberadaan BWI memiliki posisi strategis dalam mendorong pengelolaan sekaligus pengembangan wakaf agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Badan Wakaf Indonesia di Sulawesi Barat. Kami berharap pengurus yang telah dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus mendorong pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan produktif,” ujar Amalia.

Menurutnya, pengelolaan wakaf yang baik tidak berhenti pada aspek administratif semata, tetapi harus diarahkan agar mampu melahirkan manfaat yang berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara BWI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi wakaf di Sulawesi Barat.

Amalia juga mengapresiasi berbagai arahan yang disampaikan dalam prosesi pengukuhan, baik oleh jajaran pengurus BWI yang baru, perwakilan BWI Pusat, maupun Gubernur Sulawesi Barat.

“Tadi sudah banyak arahan yang disampaikan oleh Ketua BWI yang baru dilantik, dari BWI Pusat, dan tentu juga dari Bapak Gubernur. Harapan kita, seluruh arahan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pengelolaan wakaf di Sulawesi Barat,” tambahnya.

Pengukuhan tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi BWI Sulawesi Barat untuk menghadirkan tata kelola wakaf yang lebih profesional dan berdaya guna. Dengan pengelolaan yang transparan, produktif, serta berorientasi pada kemaslahatan, potensi wakaf di daerah diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu kekuatan sosial-ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Barat.

(*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar