Kambing dan Ayam Petelur Mengalir ke Majene, Pemprov Sulbar Bidik Penguatan Ekonomi Keluarga
Majene , TOKATA.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) kembali menyalurkan bantuan ternak kepada kelompok tani di Kabupaten Majene.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) kepada kelompok tani ternak di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Selasa, 25 Agustus 2026.
Tahun ini, Pemprov Sulbar menyalurkan 304 ekor kambing dan 2.200 ekor ayam petelur, lengkap dengan 6.600 pakan jadi, kepada 16 kelompok tani ternak yang tersebar di enam kecamatan dan 15 desa/kelurahan. Total nilai bantuan tersebut mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Bagi pemerintah, bantuan itu bukan sekadar deretan angka dan ternak yang berpindah tangan. Di baliknya, ada ikhtiar untuk menumbuhkan sumber penghidupan baru dari kandang-kandang rakyat—sekaligus membuka jalan bagi ekonomi keluarga agar tumbuh lebih kokoh.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.
"Alokasi anggaran, kalau tidak cukup sebagian dibantu oleh provinsi. Jadi kita saling menopang. Ada kabupaten yang kurang mampu, kita topang. Itulah kehadiran provinsi," ujar SDK.
Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar di Sulbar, terutama di wilayah Mandar, seperti Kabupaten Polewali Mandar dan Majene. Potensi itu, kata dia, perlu ditopang dengan pemberian bibit ternak yang berkualitas agar produktivitas peternak terus berkembang.
"Tahun lalu kita alokasi anggaran kambing cukup besar. Karena memang kita ingin melihat bahwa di Mandar ini, utamanya Polman dengan Majene, peternak-peternaknya itu ahli-ahli semua, pintar-pintar semua. Jadi kalau dikasih kambing yang bagus, tampak bagus hasilnya," katanya.
SDK mengakui jumlah bantuan ternak tahun ini menurun dibandingkan 2025 akibat keterbatasan anggaran. Namun, ia memastikan dukungan terhadap kelompok peternak di Majene akan diperkuat pada tahun mendatang.
"Tahun depan, kasih 30 kelompok untuk Kabupaten Majene. Jadi yang tidak dapat tahun ini, tidak usah kecewa, apalagi marah-marah, tidak usah. Karena memang membagi yang tidak cukup itu susah. Semoga rezeki ada," tegasnya.
SDK juga mengenang pengalamannya ketika masih menjadi anggota DPR RI dan pernah menyalurkan bantuan kambing. Saat itu, ia mengakui kualitas ternak yang diberikan belum sesuai harapan.
"Tapi sekarang ini saya gubernur, saya yang pilih bibitnya. Jadi kambing-kambingnya agak bagus," bebernya.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulbar Hamdani Hamdi menjelaskan, bantuan tahun 2026 terdiri atas kambing senilai Rp1,5 miliar serta ayam petelur dan pakan senilai Rp300 juta.
"Bantuan ini juga dilengkapi dengan obat-obatan, vitamin, dan Insya Allah akan kita bagikan juga 4 jenis pakan ternak tambahan. Pakan untuk ayam bisa menjamin kebutuhan gratis selama 1,5 bulan," ujarnya.
Hamdani juga memaparkan perkembangan program bantuan ternak yang disalurkan pada 2025. Sebanyak 570 ekor kambing telah diberikan kepada 28 kelompok tani ternak dan satu UPTD yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan total anggaran Rp1,9 miliar.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil. Dari ratusan kambing yang disalurkan, sebanyak 171 ekor telah melahirkan anak kambing, sementara 107 ekor lainnya tercatat sedang bunting.
"Kalau dirata-rata Rp2,5 juta per ekor, pendapatan peternak dari pertambahan ternak sudah capai Rp328 juta," jelasnya.
Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran bahwa bantuan ternak, ketika dikelola dengan baik, dapat berkembang dari sekadar bantuan menjadi aset produktif. Populasi kambing di Kabupaten Majene sendiri saat ini tercatat mencapai 22.942 ekor.
Hamdani berharap kelompok penerima tidak berhenti pada tahap menerima bantuan, tetapi mampu merawat, mengembangkan populasi ternak, dan menjadikannya sebagai sumber pendapatan baru bagi keluarga.
"Harapan kami, kelompok penerima dapat memelihara dengan baik, mengembangkan populasi, dan menjadikan usaha peternakan sebagai sumber pendapatan baru bagi keluarga," tutup Hamdani.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Majene, Wakil Bupati Majene, Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Ketua DPRD Majene, jajaran pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, jajaran OPD Kabupaten Majene, serta unsur Forkopimda, para ketua kelompok dan anggota kelompok tani. (*/Rigo Pramana)
