Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Mamuju Sulbar

    Bapperida Sulbar Kirim Staf Ikuti Pelatihan Strategi Mitigasi Bencana 2025

    7 min read

     


    Mamuju, TOKATA.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mengirim dua staf mengikuti Pelatihan Rencana Kontijensi Bencana Tahun 2025. Kegiatan lima hari ini digelar di Marasa Corner, Mamuju, sejak 29 September sampai 3 Oktober 2025, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi bencana secara proaktif dan terstruktur.

    Dua perwakilan Bapperida, Awaluddin A (Penelaah Teknis Kebijakan) dan I Ketut Wibawa Bagianadi (Perencana Ahli Pertama), mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulbar bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB RI. Program ini sejalan dengan visi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.

    Kepala BPSDM Sulbar, drg. H. Asran Masdy, secara resmi membuka pelatihan dan menegaskan urgensi penyusunan rencana kontijensi sebagai langkah antisipatif untuk memastikan respons cepat dan koordinasi efektif pemerintah daerah sebelum bencana terjadi.

    “Gempa bumi yang pernah mengguncang Mamuju menunjukkan masih terdapat celah besar dalam kesiapsiagaan daerah. Dokumen rencana kontijensi bukan sekadar prosedur, melainkan kebutuhan vital,” ujarnya tegas.

    Pelatihan ini melibatkan peserta lintas instansi, termasuk BPBD, DINSOS, PUPR, DINKES, PERKIM, dan DP3AP2KB. Materi utama mencakup fundamental Rencana Kontijensi Bencana (RKB), penyusunan aksi tanggap darurat, dan penerapan prinsip antikorupsi dalam pengelolaan sumber daya bencana. Selain itu, peserta diajak menjalani simulasi skenario darurat untuk mengasah kemampuan koordinasi dan pengambilan keputusan kritis.

    Awaluddin A, salah satu peserta dari Bapperida, menegaskan pentingnya integrasi mitigasi bencana dalam seluruh perencanaan pembangunan daerah.

    “Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari setiap rencana pembangunan, bukan hanya respons darurat saat bencana terjadi. Ini kunci agar pembangunan tetap berkelanjutan walau menghadapi risiko bencana,” katanya.

    Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menyambut positif keterlibatan stafnya dalam pelatihan tersebut. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat memperkuat strategi mitigasi bencana di Sulawesi Barat.

    “Kami berkomitmen memastikan pembangunan daerah tetap berjalan berkelanjutan bahkan saat kondisi darurat sekalipun,” jelasnya.

    Melalui pelatihan ini, ASN Sulawesi Barat diharapkan mampu menyusun dokumen rencana kontijensi yang komprehensif, terintegrasi, dan responsif sehingga peningkatan kesiapsiagaan dan profesionalitas dalam menghadapi berbagai potensi bencana dapat terwujud. (*/Rigo Pramana)

    Additional JS